Warga Muslim Cimahi Terusik Aksi Kristenisasi “Saksi Yehuwa”

1446

dewandakwahjabar.com — Warga muslim Komplek Cipageran I Kota Cimahi terusik karena adanya upaya penyebaran agama oleh para misionaris kristen.

kristenisasicimahiSeperti  dialami Bapak Cipto (30) yang bercerita bahwa seminggu lalu ia di datangi dua orang pria yang tak dikenal. Saat itu, tanpa menaruh curiga Cipto pun mempersilakan masuk rumah tamu tak di undang tersebut.Pada awal perkenalannya sang tamu mengaku berasal dari sebuah gereja di Jalan Pasirkaliki  Kota Bandung yang hanya ingin berdiskusi dan sharing saja terkait berbagai persoalan kehidupan.

“Mereka membuka diskusi dengan mengemunkakan soal kehidupan yang katanya banyak bencana serta kesusahan hidup lainnya,”ujarnya kepada wartawan, Jum’at (2/11/2013)

Kedua tamu yang diperkiraan berusia 60 tahun dan 30 tahun tersebut saling melengkapi dan mendukung pendapatnya.Menurut sang tamu,sambung Cipto,bahwa segala persoalan hidup tersebut dapat teratasi dan terselesaikan jika Cipto maun mempelajari dan menghayati isi kandungan sebuah majalah yang disodorkan kepadanya. Salah satu majalah yang bernama “Menara Pengawal,Memberitakan Kerajaan Yehuwa”  edisi September 2013 tersebut  membahas tema utama yakni mengapa ada banyak penderitaan?, kapan itu berakhir?.

Dalam majalah setebal 16 halaman tersebut diuaraikan  tentang ragam kisah problematika yang tengah dihadapi manusia berikut solusinya menurut bibel. Majalah yang diterbitkan Saksi-saksi Yehuwa Indonesia yang beramalat di PO Box 2105 Jakarta tersebut juga memuat informasi seputar problematika rumah tangga dan tips perkawinan bahagia menurut Alkitab.

Saat Cipto menanyakan agama kedua tamunya,mereka mengaku bergama Kristen namun menurutnya berbeda dengan yang lainnya.Menurut sang tamu semua kitab sama dan isi kitab-kitab yang ada semua terangkum dalam alkitab nya.Diakhir diskusi yang berlangsung sekira 30 menit tersebut  sang tamu berpesan bahwa itu semua hanya bagi yang mau dan tidak ada paksaan.Namun jika ingin tahu lebih dalam mempersilakan untuk ikut sekolah minggunya.

“Saya lupa namanya,hanya katanya silakan datang ke sebuah gereja di Jalan Pasirkaliki, ”ujar Cipto menirukan pesan sang  tamu.

Kejadian tersebut ternyata tidak hanya dialami oleh Cipto ,pada hari yang sama Prapto (50) yang masih satu kpmplek dengannya juga didatangi dua orang yang sama.Namun karena ia hendak pergi maka pergi maka tidak sempat terjadi diskusi panjang.Meski begitu sang tamu sempat bertutur bahwa segala kesusahan hidup solusinya ada di dalam Al Kitab,tinggal di pelajari dan di hayati saja.

“Sama sebelum pergi mereka juga memberi majalah begitu,tapi karena di rumah lagi banyak orang dikasihnya banyak bukan cuma satu,”akunya.

Baik Cipto dan Prapto merasa yakin bahwa pada hari itu bukan hanya mereka saja yang didatangi orang tersebut.Ia menduga ada beberapa warga lain yang juga mendapat tamu tak dikenal tersebut. Namun mereka belum tahu siapa saja warga yang  telah dikujungi dan diberi majalah Menara Pengawal Kerajaan Yehuwa tersebut.

Selain majalah Menara Pengawal, mereka juga membagikan majalah “Sedarlah!  yang diterbitkan lembaga yang sama.

Misionaris Adalah Para Aktivis Saksi Yehuwa Indonesia

Berdasarkan penelusuran dewandakwahjabar.com berdasarkan alamat situs yang tertulis dalam majalah-majalah yang dibagi-bagikan kepada warga muslim tersebut para misionaris yang menjalankan aksi tersebut berasal dari Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia.

Dalam situsnya disebutkan bahwa majalah-majalah tersebut ditulis berdasarkan Alkitab dan diterjemahkan dalam  150 bahasa.

“Menara Pengawal memperlihatkan makna peristiwa dunia dari sudut pandang nubuat Alkitab. Majalah ini menghibur orang dengan kabar baik Kerajaan Allah dan membina iman akan Yesus Kristus. Sedarlah! menunjukkan cara mengatasi problem dewasa ini dan membangun keyakinan akan janji Pencipta tentang dunia baru yang aman dan damai.” Demikian ditulis dalam situs tersebut.

Dewan Da’wah Jabar Menyayangkan Adanya Praktek Kristenisasi

Menanggapi kejadian tersebut  di tempat terpisah,Sekretaris  Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Jabar,Muhammad Roinul Balad mengaku geram dan menyayangkan upaya  yang tergolong praktek Kristenisasi tersebut. Menurut Roin kejadian tersebut  membuktikan bahwa berita tentang upaya pemurtadan oleh kaum nasrani terhadap kaum muslimin bukan isapan jempol atau berita bohong. Ia menyayangkan masih ada sebagian pihak khususnya pemerintah yang masih menganggap bahwa praktek Kristenisasi terhadap kaum muslimin hanya isu saja.

“Kejadian tersebut juga sebagai bukti  inkonsistensi terhadap peraturan SKB 2 Menteri dan sekaligus tindakan intoleransi kaum nasrani terhadap kaum muslimin.Ajakan dengan membawa ajaran nasrani meski berbentuk majalah sudah termasuk upaya Kristenisasi terhadap orang Islam,”jelasnya.

Pihaknya yang mendapat  aduan atas kejadian tersebut mengaku akan segera melakukan upaya hukum dengan melaporkan kepada pihak berwajib. Sebab,sambungnya jika tidak dilaporkan kepada aparat penegak hukum lalu muncul tindakan dari kaum muslimin maka ada anggapan umat Islam tidak toleransi dan main hakim sendiri.

“Kita pernah menangkap pelaku upaya Kristenisasi lalu dilaporkan ke polisi. Mereka diproses dan sudah mendapat sanksi hukum.Untuk kejadian kemarin sama , kita akan kumpulkan bukti-bukti yang ada,saksi pelapor lalu akan kita cari pelakunya hingga dapat,”tegas Roin.

Untuk itu dalam waktu dekat DDII Jabar berserta  beberapa orang saksi yang sekaligus calon korban akan melakukan upaya hukum dengan diawali mencari dan mendatangi gereja yang di sebutkan pelaku. Menurut Roin upaya tersebut sebagai bentuk membantu pemerintah khususnya menegakan SKB 2 Menteri dan melindungi kaum muslimin dari upaya jahat kristenisasi.

“Kita menghimbau kepada umat Islam untuk waspada dan peduli terhadap upaya pihak nasrani yang akan memurtadkan saudara-saudara kita,tangkap dan laporkan kepada pihak berwajib jika ada upaya Kristenisasi.  Dewan Da’wah siap menjalin kerjasama dalam rangka menanggulangi upaya pemurtadan maupun melakukan upaya hukum terhadap pelaku Kristenisasi,”pungkasnya.***(wartaislam.com, hidayatullah.com, dewandakwahjabar.com)