Tegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar Agar Terlepas Dari Adzab!

725

DEWANDAKWAHJABAR- Kalau kita mengamati dan mencermati keadaan masyarakat kita, sebagian mereka tenggelam dalam kemaksiat-an dan kedurhakaan kepada Allah. Di antaranya maraknya kasus korupsi, kolusi dan nepotisme, manipulasi, penipuan, perampokan, pencurian, pembunuhan, pemerkosaan,adanya pasangan zina PIL (pria idaman lain) dan WIL (wanita idaman lain), penyelewengan dan penyimpangan seks, seks bebas suka-sama suka, perdagangan seks melalui pelacur, dan lain-lain, yang tak bisa disebutkan di sini.
Kalau kita cermati banyak faktor mengapa kemungkar an-kemungkaran itu di lakukan oleh sebagian masyarakat. Di antara faktor-faktor itu adalah:
Pertama, Kebodohan umat terhadap ajaran dien. Masyarakat kita memang mayoritas muslim, tetapi mayoritas pula dari mereka tidak tahu dengan ajaran diennya sendiri. Sehingga kita ketahui banyak orang yang mengaku Islam, namun tidak mengetahui apa ajaran Islam itu, apa yang di perintahkan Islam dan apa yang dilarangnya. Keadaan seperti ini kalau kita biarkan, maka akan terus berlanjut dan masyarakat kita akan tetap tenggelam dalam kubangan lumpur kemungkaran.
Tentu kita semua berhasrat mengubah keadaan masyarakat kita kepada yang lebih baik dalam takaran syariat Islam. Maka, mari kita ajak masyarakat untuk kembali mendalami ajaran dien kembali kepada Islam secara keseluruhan. Firman Allah Ta’alaa, “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagimu.” (Q.S. Al-Baqarah [2]:208)
Menurut Ibnu Abbas, Mujahid, Thawus, Dhahak, Ikrimah, Qatadah, As-Sudedy, Ibnu Zaid; kata as-silmi di sini maksudnya Al-Islam. Menurut Mujahid, kata kaffah di sini ialah seluruh amalan baik, dalam syariat Nabi Muhammad r.(Tafsir Ibnu Katsir, I/335)Dan juga marilah kita kembali kepada ajaran Islam yang murni yang utuh yang tak bercampur dengan syirik, bid’ah, khurafat dan takhayul.
Kedua, Lemahnya iman dan kuatnya godaan syetan. Perlu diketahui bahwa tidak semua orang yang melakukan kemungkaran itu ia tidak tahu, bahwa itu adalah kemungkaran, akan tetapi ada kalanya, karena iman yang lemah, sehingga lebih cenderung melakukan ke- mungkaran dengan anggapan “Ah ini hanya dosa kecil… cuma sekali saja,” dan sebagainya. Dari sini kita perlu memperkuat iman kita sehingga mampu menangkis segala kemungkaran dan kemaksiatan.
Kita bisa bayangkan betapa indahnya hidup ini bila semua lapisan mempunyai iman yang kuat. Yang menjadi rakyat kecil tidak akan mencuri atau merampok walaupun hidup miskin. Karena ia tahu itu akan mendatangkan siksa Allah. Yang menjadi pedagang tidak akan menipu karena ia tahu bahwa menipu itu dosa. Yang menjadi pejabat tidak akan melakukan korupsi, kolusi, karena mereka tahu Allah akan mengadzabnya kelak.
Sebenarnya kalau kita sadari, bahwa ketika iman kita dalam keadaan lemah sehingga mudah sekali digoyahkan, maka pada saat itu pula sebenarnya kita sedang diincar oleh musuh. Kita tidak melihat musuh kita sedang ia (musuh) selalu mengintai kita, musuh kita adalah syetan. Syetan yang sudah sejak dulu bersumpah akan selalu menggoda manusia supaya terjerumus ke dalam neraka Jahannam.
Demikian tadi dua faktor di antara penyebab kenapa kemungkaran-kemungkaran itu dilakukan manusia. Kemungkaran itu akan terus berlanjut apabila sama-sama kita biarkan. Tentu kita sebagai seorang Muslim tidak boleh tinggal diam. Karena kita diperintah kan untuk mencegah kemungkaran. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa di antara kamu melihat ke-mungkaran maka ia harus mengubah dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya dan jika tidak mampu maka dengan hatinya dan yang demikian itu adalah selemah-lemah iman.” (H.R. Muslim)
Allah Ta’alaa juga berfirman, “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. Ali-Imran [3] : 104)
Abu Ja’far Al-Baqir berkata, “Rasulullah saw membaca kemudian beliau berkata: Al-Khoir di sini ialah mengikuti Al-Qur’an dan sunnahku. (Tafsir Ibnu Katsir I/518). Lalu bagaimana kalau yang melakukan kemungkaran itu dari Sabang sampai Merauke, sedang yang menyeru hanya segolongan orang apalagi sendirian, bagaimana kalau yang melakukan kemungkaran itu di Sabang, sedang segolong- an yang mencegah di Mataram atau mungkin yang satu di Jakarta, dan yang lainnya di Maluku. Maka yang namanya amar ma’ruf nahi mungkar itu wajib kita tegakkan bersama di mana kita berada. Allah Ta’alaa berfirman, “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang mungkar.” (Q.S. Ali-Imran [3]: 110)
Kemungkaran memang harus dicegah, karena akibat kemungkaran itu mendatang- kan bahaya bagi semuanya. Dengan demikian, musibah, maupun bencana di dunia ini akan menimpa semua orang, termasuk orang yang baik, tidak hanya orang yang dzalim saja yang terkena.
Untuk itu marilah kita tegakkan amar ma’ruf nahi munkar sesuai dengan kemampuan kita masing-masing, agar terhindar dari semua marabahaya. Kalau ada penggerebegan tempat-tempat mesum, tempat pelacuran oleh petugas trantib, maupun ormas Islam, itu merupakan upaya nahi mungkar yang dilakukan penguasa, maupun umat, karena itu akan mengusung kerusakan akhlak atau moral, kerusakan agama, mengusung semangat free seks dan semangat mengumbar nafsu syetan. Tirulah contoh yang ada, komplek pelacuran Kramat Tunggak Tanjung Priok Jakarta, beberapa tahun lalu sudah ditutup dan sekarang dijadikan Islamic Center.
Marilah kita tingkatkan pengetahuan agama kita, agar dapat membedakan yang hak dan yang batil, mana yang ma’ruf dan mana yang mungkar, mana yang harus dilakukan dan mana yang harus ditinggalkan, dengan cara mengaktifkan kajian-kajian keislaman, meng- aktifkan lembaga pendidikan dan pengamalan agama (LP2A), menggiatkan dan menggalakkan hidupnya taman pendidikan Al-Quran, menghidupkan pendidikan di madrasah, madrasah diniyah, mengoptimalkan bimbingan dan penyuluhan agama dan pembangunan dan lain-lain, agar kita dapat menangkis berbagai program kemaksiat- an yang diusung oleh musuh Islam.
Terakhir, mari kita tegakkan amar ma’ruf nahi mungkar agar kita semua dapat terlepas dari adzab yang diberikan oleh Allah kepada umatnya. Amien. Wallahu ‘A’lam.***

(Drs.Thoha Ahmad Jaiz dengan Judul Inti Nahi Munkar)