Serangan Militan di Pakistan Barat Daya Tewaskan 15 Tentara

355

QUETTA, PAKISTAN (dewandakwahjabar.com) – Pemberontak Baluchistan menyerang pasukan keamanan Pakistan semalam, menewaskan 14 tentara dan seorang sopir yang bekerja untuk militer dalam bentrokan senjata yang berkobar selama lima jam, kata para pejabat Rabu.

Sejumlah pria bersenjata menyerang dua pos di daerah Margut, sekitar 60 kilometer timur Quetta, ibukota provinsi barat daya Baluchistan yang dicabik pemberontakan.
Para prajurit tersebut bertanggung jawab untuk menjaga tambang batubara, kata mereka.
“Sebanyak 15 orang termasuk 14 tentara, satu sopir sipil pasukan Korps Perbatasan (FC) tewas dan 12 lainnya terluka dalam serangan itu,” kata seorang juru bicara FC kepada AFP.

Seorang pejabat intelijen setempat mengkonfirmasi kebenaran jumlah tersebut.

Sebelumnya, seorang pejabat senior militer mengatakan dua lusin pria bersenjata dengan senjata ringan dan berat menyerang pos paramiliter dan menewaskan 11 tentara.

Para penyerang merupakan anggota kelompok militan Baluch dipimpin oleh Harbiar Marri yang tinggal di pengasingan diri di London, kata pejabat tersebut.

Pemberontak Baluch telah berjuang sejak 2004 untuk otonomi politik dan bagian lebih besar dari keuntungan dari kekayaan sumber daya mineral, minyak dan gas alam Baluchistan.

Bentrokan Rabu berlanjut selama lima jam, pejabat militer senior mengatakan, menambahkan bahwa militan datang dari tempat persembunyian di gunung dan menanam bom remote control untuk memblokir bala bantuan.

“Harbiar bertanggung jawab atas serangan-serangan tersebut. Dia telah membimbing militan nya dari Eropa untuk menargetkan pasukan keamanan..”

“Kami ingin membuat jelas bahwa FC tidak dapat tergoyahkan oleh serangan ini. Para militan akan diberikan balasan yang sesuai,” tambahnya.

Pada tanggal 26 Januari, serangan serupa pada pos pemeriksaan Pakistan menewaskan enam tentara di Dera Bugti, 400 kilometer tenggara Quetta. Pakistan juga memerangi pemberontakan Taliban di daerah barat laut yang berbatasan dengan Afghanistan, di mana 14 tentara telah tewas dalam sepekan terakhir.  (amreddjb/voa-islam/by/AFP)