Seminar Kebangsaan Selamatkan NKRI dari Komunisme dan Syiah di Garut

1034

Sejumlah Ormas Islam dan umat Islam di Garut (Minggu, 6/3/2016) menghadiri  Seminar Kebangsaan di Pendopo dengan tema Selamatkan NKRI dari Paham Komunisme dan Syiah. Seminar yang diselenggarakan atas kerjasama Pemkab Garut, Kodim 0611 Garut, ANNAS dan lembaga/ormas lainnya. Beberapa pemateripun dihadirkan untuk mengupas soal faham komunisme dan Syiah yang sudah menyebar di masyarakat hingga dinilai sudah mengancam keutuhan NKRI.

H. Zulkifili, MK pemerhati sejarah yang jadi salahsatu pemateri, memaparkan, saat ini gerakan PKI adalah kebangkitan yang disepelekan baik oleh pelaku sejarah, generasi muda, juga pemerintah. Sehingga sekarang ada metamorfosis yang semakin terwujud dalam kelompok-kelompok diskusi melalui Mark House juga mengorganisasikan gerakan. Untuk melawan gerakan PKI menurutnua harus dilakukan beberapa upaya yaitu, pertama  mempertahankan landasan UU atau kekuatan hukum tetap, kedua dibangunnya kembali kesatuan aksi dari berbagai profesi  dalam rangka menghadapi PKI sebagi bentuk perlawan rakyat semesta. Dan terakhir aparat TNI juga Polri dan pihak terkait bersinergi dengan keuatan aksi perlawanan yang dibangun untuk mengganyang PKI.

Ketua Aliansi Nasional Nati Syiah (Annas), Kabupaten Garut, KH. Undang Yusuf, Lc mengungkapkan, semua Ormas Islam, Pemerintah dan aparat keamanan harus bersatu menghadapi PKI dan Syiah. Karena untuk melawan gerakan PKI dan Syiah, tidak bisa dilakukan sendiri.

Dr. Suherman selaku staf ahli Bupati Bidang Politik dan Hukum yang mewakili Bupati Garut Rudy Gunawan dalam kesempatan tersebut menyatakan, sangat mengapresiasi kegiatan Seminar Kebangsaan yang mengusung tema Selamatkan NKRI dari Paham Komunisme dan Syiah. Karena menurutnya, Garut secara geografis berbatasan langsung dengan Australia (luar negeri) sehingga faham-faham menjadi mudah masuk ke Indonesia.

Dandim 0611 Letkol Inf Zaiful rahman mengatakan diantara gerakan yang berbahaya dan mengancam NKRI adalah komunisme dan Syiah. Sehingga masyarakat harus benar-benar waspada terhadap kedua faham tersebut.

Mayzen TNI (purn) Kivlan Zein, dalam seminar tersebut mengatakan kini di Indonesia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari Komunisme, Syiah dan Liberalisme, narkoba, LGBT dan lainnya. “Syiah banyak melakukan kerjasama dengan Komunis”. terangnya.

Ustadz Andri Kurniawan, MAg, pengamat Komunisme dan Syiah menjelaskan bahwa sudah sangat jelas bahaya Syiah terhadap Islam dan NKRI karena akidah mereka memang berisi ajaran yang mengancam Islam dan mengganggu stabilitas negara.

KH. Sirojjul Munir Ketua MUI garut menegaskan dirinya berjanji akan mengeluarkan fatwa terkait kesesatan ajaran Syiah untuk wilayah Garut. Dan bagi MUI Garut, tidak akan ada taqrib dengan Syiah. tegasnya berulang-ulang. ***Am/Ibnu Saif/Radar Garut.

tolok komunis dan syiah garut