Ramadhan Terjaga, Bersama Qur’an di tengah Keluarga

482

 

santri-pondok-pesantren-mengaji-alquranRamadhan Bulan Al-Qur’an

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ…..

“bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)…..” Terjemah QS. Al-Baqarah, 2: 185

Ada apa dengan Al-Qur’an ???

إن الله يرفع بهذا الكتاب أقواما ويضع به آخرين .

“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum dan menghinakan kaum yang lain dengan al-Qur’an.” HR. Muslim dan Ibnu Majah

والقُرْآنُ حُجةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ

“al-Quran adalah merupakan hujjah untuk kebahagiaanmu (jikalau mengikuti perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya) dan dapat pula sebagai hujjah atas kemalanganmu (jikalau tidak  mengikuti perintah-perintahnya dan suka melanggar larangan-larangannya).” HR. Muslim

Realita Keluarga Muslim Hari Ini……..

Di Indonesia, 30 pasangan Bercerai setiap jam. Perceraian di Indonesia bahkan termasuk peringkat tertinggi se-Asia Pasifik. Setiap tahun ada lebih dari dua juta pasangan yang menikah, namun hampir tiga ratus ribu yang melakukan proses perceraian. Bahkan Kemenag RI mencatat, hamper 80% yang bercerai adalah pasangan di bawah 5 tahun umur pernikahannya. (Wonderful Couple, Cahyadi Takariawan: 162-165)

Komnas Anak mencatat dari lebih 4500 remaja yang disurvei. Hasilnya, 97% pernah menonton film porno. Sebanyak 93,7% mengaku sudah pernah berciuman, mencium payudara dan melakukan oral seks dengan pacarnya. Sementara 62,7% siswa SMP mengaku sudah tidak perawan lagi. Lalu 21,2% siswi SMU mengaku sudah pernah melakukan aborsi. 84% dari 1.199 siswa SD sudah pernah melihat film porno.

Alva Handayani, psikolog, mengatakan bahwa jika ditelusuri  penyebab meningkatnya kenakalan remaja ini memang berkaitan dengan factor dalam keluarga seperti pola asuh yang salah, penanaman nilai dalam keluarga atau kurangnya pengawalan orangtua. (Majalah Karima Edisi II)

Belajar dari Nabi Adam as

قُلْنَا اهْبِطُوا مِنْهَا جَمِيعًا فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Kami berfirman: “Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” Terjemah QS. Al-Baqarah, 2: 38

 

“Al-Qur’an itu adalah kitab pendidikan dan pengajaran yang tidak membutuhkan lain. Adapun selainnya tidak bisa lepas dari al-Qur’an. Ibnul Qoyyim dalam kitabnya Miftah Daarus Sa’adah secara gamblang menjelaskan kedua sisi ini dan korelasi antar keduanya.”

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ (16) اعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يُحْيِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ (17)

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.   Ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya Allah menghidupkan bumi sesudah matinya. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepadamu tanda-tanda kebesaran (Kami) supaya kamu memikirkannya.” Terjemah QS. Al-Hadid, 57:16-17

“Ayat ini mengandung isyarat bahwa hidupnya hati yaitu dengan dzikir kepada Allah ta’ala dan dengan kebenaran yang telah diturunkannya, yaitu al-Qur’an.”

Malik bin Dinar rahimahullah berkata, “Apa yang telah ditanam Al-Qur’an dalam hati kalian wahai ahlu Qur’an? Sesungguhnya, Al-Qur’an adalah musim seminya seorang mukmin, ibarat hujan adalah musim seminya tanah.” (Ihya Ulumuddin, I;285)

Dimana Posisi Kita Bersama Al-Qur’an ???

Tingkatan-tingkatan Manusia Bersama Al-Qur’an

  1. Membacanya (Tilawah) Tidak disertai Kaidah Tajwid
  2. Membacanya (Tilawah) dengan menggunakan Kaidah Tajwid
  3. Mengkajinya dengan Kitab-kitab Tafsir
  4. Mengenal Ulumul Qur’an
  5. Bersungguh-sungguh dalam mengamalkannya dan Qiyamullail bersamanya
  6. Mendakwahkannya, Menegakkan Aturannya dan Membantah/mendebat kebathilan dengannya

Alhamdulillah. Wallahu a’lam!

Oleh: Hasan Faruqi S.Pd.I