QURBAN, DEWAN DAKWAH DAN KEPEDULIAN SOSIAL

253

Oleh: Mursin MK.

Ibadah Qurban yang sudah ada sejak zaman Nabi Adam alaihis salam dan dipetegas zaman Nabi Ibrahim alaihis salam yang hendak menyembelih anaknya Nabi Ismail alaihis salam kemudian diganti dengan seekor kambing yang sudah dalam keadaan tersembelih telah menjadi ritual tahunan ummat Islam. Ibadah ini dikaitkan dengan haji dan hari raya Idul Adha yang dilaksanakan 10 Zulhijjah satu hari setelah jamaah haji wukuf di Arafah tanggal 9 Zulhijjah. Bagi ummat Islam yang tidak menunaikan ibadah haji mereka diperintahkan melaksanakan shalat Idul Adha dan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan qurban.

Perintah ibadah qurban ini tertuang dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala: “Sesungguhnya telah kuberikan nikmat yang banyak kepadamu. Maka itu shalatlah untuk Tuhanmu dan berqurbanlah”. (QS. Al Kautsar:1-2).

Dalam menyambut ibadah qurban ini Dewan Dakwah sebagaimana biasa melalui Lembaga Amil Zakat Nasionalnya kembali melakukan gerkan pengumpulan dan penyaluran qurban. Dewan Dakwah mengadakan kegiatan ini bukan semata-matà urusan dengan permasalahan qurbannya, melainkan dalam rangka dakwah dalam masyarakat, khususnya di daerah-daerah terpencil dan miskin.

Dewan Dakwah berusaha menyalurkan qurban aghniya kepada sasaran yang lebih tepat dalam konteks dakwah. Selama ini terjadi penumpukan qurban hanya di kota kota dalam jumlah yang melimpah sementara di desa desa apalagi dipedalaman sedikit sekali bahkan tidak ada. Bahkan masih banyak masyarakat yang tinggal di daerah pedalaman tidak pernah merasakan nikmatnya daging qurban.

Oleh itu Dewan Dakwah menginginkan adanya pemerataan pendistribusian qurban. Manfaatnya akan lebih maksimal jika dirasakan oleh masyarakat yang hidup dalam kemiskinan dan duafa. Melalui gerakan qurban ini Dewan Dakwah tidak hanya menyalurkan hewan qurban saja, tetapi juga memberdayakan dakwah dan masyarakat di pedalaman.

Para da’i yang ditugaskan Dewan Dakwah melalui qurban ini tentu tidak hanya melakukan dakwah bil lisan saja, dengan menjelaskan tentang ibadah qurban pada masyarakat, namun juga melaksanakan dakwah bil hal, dengan langsung menyelenggarakan penyembelihan hewan qurban dan membagi bagikan dagingnya. Dukungan Lembaga Zakat Dewan Dakwah Pusat dalam penyaluran qurban ini dengan sendirinya membantu da’i yang berada di daerah pedalaman dalam melakukan dakwah bil halnya yang langsung dapat dirasakan dan dinikmati masyarakat setempat.

Ibadah qurban ini selain mengandung aspek ritualnya juga terdapat nilai sosialnya. Aspek ritualnya pada saat korban disembelih dengan membaca asma Allaah sehingga menjadi sesembahan untuk Nya. Kemudian dagingnya dibagi bagikan kepada: 1. Orang yang berqurban itu sendiri. 2. Orang yang meminta. 3. Orang orang duafa yang tidak mau meminta minta.

Hal ini disebutkan dalam firman Allaah: “…Maka sebutlah nama Allaah (ketika kamu akan menyembelih hewan qurban) …kemudian apabila telah rebah (mati disembelih) maka makanlah sebagiannya dan berilah makan orang orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta minta) dan orang yang meminta (minta)…”. (QS. Al Hajj:36)

Dengan adanya nilai sosial dalam bentuk pembagian daging qurban kepada masyarakat, terutama yang membutuhkan apalagi tidak pernah merasakan makan daging telah menumbuhkan keperdulian sosial dalam masyarakat, antara kaum aghniya dengan duafa, organisasi dakwah dengan masyarakat yang berada di pedalaman dan da’i dengan ummat yang dibinanya di daerah tugasnya.

Kepedulian sosial melalui ibadah qurban akan semakin terasa bila dilihat dari manfaat bagi mereka yang berhak mendapat dagingnya.

Manfaatnya bagi sesama, orang lain, tetangga, fakir miskin dan kaum duafa sungguh besar. Manfaatnya antara lain: 1. Dapat menikmati daging qurban secara bersama sama dalam suasana hati raya. 2. Dapat memperkuat hubungan silaturrahim dan ukhuwah diantara anggota masyarakat, antara yang berqurban dan yang menerima dagingnya. 3. Menumbuhksn jiwa sosial dan kedermawanan dalam masyarakat. 4. Menghidupkan ekonomi masyarakat peternak hewan qurban. 5. Memberdayakan masyarakat untuk beternak hewan qurban dan melaksanakan kegiatan qurban di lingkungannya masing masing. 6. Menggerakjan roda ekonomi dalam masyarakat dengan jual beli hewan qurbsn.7. Memberikan pendidikan dalam keluarga dan masyarakat tentang pentingnys berqurban. 8. Menumbuhkan kerja sama dan gotong royomg masyarakat dalam penyelnggaraan qurban. 9. Menghidupkan semangat berqurban dalam membantu orang yang membutuhkan dalam masyarakat lingkungannya. 10. Meningkatkan keperdulian masyarakat kota agar perduli memberi qurban pada penduduk desa yang mengalami kemiskinan. 11. Mengaktifkan lembaga lemba sosial masyarakat Islam untu mengelola kegiatan qurban dengan lebih baik dan profesional.

Dewan Dakwah merasakan manfaatnya yang besar ini dalam dawahnya di tengah tengah masyarakat. Melalui lembaga zakatnya Dewan Dakwah telah menjadikan ibadah qurban sebagai media dawah yang langsung dapat dirasakan masyarakat luas hingga di pedalaman. Inilah salah satu bentuk keperdulian sosial Dewan Dawah dalam pembangunan bangsa Indonesia tanpa pamrih. In syaa Allaah.***(MK. 23.8.2017)

memotong-qurban