Pusdai, Masjid dan Lingkungannya

654

Oleh: Muhsin MK.

Sudah beberapa kali ke Pusdai, Pusat Dawah Islam di kota Bandung banyak hal yang menarik.   Sungguh ummat Islam patut bersyukur dengan adanya Pusdai. Dibangun pemerintah daerah tapi ummat Islam yang menikmati.

Di Pusdai ada berbagai fasilitas. Bukan saja masjid sebagai bangunan utama juga fasilitas lain. Ada “bale” bangunan yang digunakan untuk aneka kegiatan. Bangunan lain yang lebih kecil juga ada. Semua menyatu dengan masjid.

Di masjid kegiatannya banyak. Terlebih di bulan Ramadhan. Bukan hanya sholat lima waktu dan Jumat. Kultum, ceramah, khutbah, kuliah subuh, tabligh akbar atau dawah bil lisan lainnya, melainkan juga kegiatan  itikaf, santunan anak yatim dan duafa, bazar dan kegiatan dawah bil hal lainnya.

Bahkan di “Bale” bisa digunakan untuk kegiatan walimahan, musyawarah, seminar, penataran, bimbingan tehnis dan lain sebagainya. Di halamannya depan masjid yang terbuka dapat juga digunakan untuk walimahan, pertunjukan, pentas seni dan lainnya. Sedangkan bangunan kecil digunakan untuk Baznas Jabat, Paud atau Raudhatul Atfal, toko dan lainnya.

Tempat wudhu dan wc masjid yang luas dan bersih memiliki daya tarik tersendiri. Bukan hanya para jamaah yang dapat memanfaatkannya tapi juga kalangan lain. Terlihat sekelompok pengamen di pagi hari menggunakan wc atau kamar mandi untuk aktifitas bersih bersih mereka.

Di dalam masjid orang yang datang tidak hanya untuk sholat. Selain untuk beristirahat dan bincang bincang juga tempat tidur. Untuk menjaga kebersihan dan adab tidur dalam masjid perlu disosialisasikan.

Bagi yang membawa kendaraan pribadi atau rombongan tersedia tempat parkir yang luas di lingkungan pusdai. Bahkan tempat ini ada yang gunakan untuk parkir dengan waktu yang lama seperti di rumahnya sendiri. Hanya disekitar tempat parkir banyak rerumputan dan sampah yang bertebaran. Sudah sewajarnya diingatkan agar menjaga kebersihan dan lingkungan.

Dengan tumbuhnya pohon besar dan kecil menambah keindahan Pusdai. Beberapa pohon yang berbuah dan dapat dimanfaat seperti mangga, jeruk bali dan sukun terdapat didalamnya. Hanya perawatan tanam tanaman yang perlu mendapat perhatian.

Sebagai bangunan milik pemda Pusdai sungguh beruntung. Dana yang didapatkan bukan hanya dari jamaah tapi juga dari anggaran pemerintah. Manajemen pengelola Pusdai dapat memanfaatkannya bukan hanya untuk membiayai kegiatan rutin saja. Melainkan juga perlu dialokasikan untuk pemeliharaan bangunan, lingkungan, kebersihan, taman dan tanaman. Lingkungan yang bersih dan rapih di Pusdai menjadi dambaan ummat. Ketertiban jamaah di dalam masjid juga perlu senantiasa dijaga dan diingatkan terus menerus. Agar mereka merasa memiliki bahwa Pusdai bukan untuk digunakan saja tapi juga untuk dipelihara dan dirawat bersama. Wallaahu ‘alam.

*Penulis : Pengurus Dewan Dakwah Jawa Barat

pusdai-105