Published On: Sat, Feb 4th, 2012

Prof.DR.H.Miftah Faridl : Déwan Da’wah Harus Konsentrasi Menyelamatkan Aqidah

Share This
Tags

Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia sebuah gerakan untuk membangun masyarakat Islam, masyarakat yang benar aqidahnya, ibadahnya, serta mu’amalahnya.

Untuk itu, kegiatan Dewan Da’wah harus lebih banyak difokuskan  pada perosalan  pembinaan ummat, melakukan kaderisasi da’i, melaksanakan kajian-kajian yang  berkaitan dengan da’wah dan umat, juga mengenai metode serta teori-teori da’wah.

Melakukan pelatihan-pelatihan serta  kunjungan dan peninjauan ke daerah-daerah yang perlu disikapi atau dikirimkan da’i. Sebagaimana kita ketahui bahwa dibeberapa daerah terutama wilayah pelosok, masih terasa kurangnya tenaga da’i.  Ini tentu merupakan salah-satu tanggungjawab Dewan Da’wah untuk melahirkan da’i-da’i yang siap terjun dan mengabdi ditengah masyarakat. Inilah menurut pendapat saya merupakan gerakan atau langkah serta tugas pokok juga khittah Dewan Da’wah.

Kalau kemudian terdapat dari unsur Dewan Da’wah ada yang terjun atau aktif dalam bidang politik praktis, itu adalah merupakan ikhitar pengurus secara pribadi/individu.  Kalau Dewan Da’wah secara lembaga lebih banyak memusatkan diri pada penyelamatan aqidah ummat.

Saat ini  kita sedang banyak dihadapkan pada tantangan aqidah yang berkembang ditengah masyarakat Islam. Gerakan-gerakan yang dikembangkan oleh golongan Islam liberal tidak bisa dibiarkan dan diremehkan begitu saja.

Begitu juga gerakan-gerakan sesat seperti Ahmadiyah, LDII, Inkar Sunnah atau gerakan tarekat yang dilihat dari sudut aqidah salah dan menyimpang, ditambah lahi dengan  masih banyaknya masyarakat yang dijangkiti penyakit syirik, khurofat. Dan masih banyak lagi  garapan Dewan Da’wah yang harus dilakukan.

Oleh sebab itu Dewan Da’wah menurut saya harus memusatkan pikiran atau konsentrasi dan menitik beratkan dalam penyelamatan akidah, ibadah dan mu’amalah ummat.

Dalam hal ini, kegiatan-kegiatan da’wah, kaderisasi da’I, dan upaya untuk membangun jaringan-jaringan agar memiliki dana yang cukup untuk membiayai gerakan da’wah ke daerah-daerah.

Memang, sekarang ini kita di Dewan Da’wah sudah tidak punya tokoh kharisma seperti Pak  Natsir,  kita juga susah untuk  menemukan tokoh seperti Pak Rum, Pak Rasyidi.  Jadi yang bisa kita lakukan saat ini adalah  berkembang dengan cara bersama-sama, kita sekarang harus mengandalkan sistem, yakni kepemimpinan kolektif (collective leadership) dan sepertinya sekarang  memang Dewan Da’wah sudah harus saatnya seperti itu, dimana kita bersinergi antar berbagai kekuatan sehingga kelemahan-kelemahan yang ada di salah satu tokoh atau pemimpin bisa diisi dan ditutupi  oleh tokoh lainnya.  Jadi pendekatan sistem itu dalam organisasi saat ini terbilang sangat penting

Agar Dewan Da’wah kedepan makin berkmebang, sudah tentu kita harus meningkatkan kualitas para pimpinan, karena gerakan da’wah itu perlu kualitas, baik kualitas pemikiran atau kualitas dalam bidang da’wah. Sehingga kita bisa menghadapi berbagai tantangan yang  ada saat ini, tantangan pemikiran yang bisa menjerumuskan umat kepada paham-paham yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.

Sangat diperlukan  “recruiting”, mengajak  tokoh-tokoh yang memiliki komitmen yang sama dengan Dewan Da’wah, juga meningkatkan keahlian para aktifis yang ada.

Dan yang juga terbilang penting untuk diperhatikan oleh seluruh pengurus dan da’I  Dewan Da’wah, baik yang ada di Pusat, Provinsi atau daerah-daerah, yaitu memiliki akhlak sehingga menjadi teladan dan panutan ditengah-tengah ummat. *** (Amre/diterjemah secara bebas dari majalah bahasa Sunda Bina Da’wah)

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>