Prof. Baharun : Kesesatan Syi’ah Bisa Menjadi Ancaman Keutuhan NKRI

1025

Cita-cita  sekelompok orang untuk menciptakan toleransi yang harmonis antara Syi’ah dan Sunnah hanya akan menjadi semacam ilusi belaka, sebab masalah kesesatan Syiah yang bukan hanya karena perbedaan yang prinsipil dan menyangkut fondasi aqidah, namun  juga lantaran ketika keyakinan Syiah harus diekspresikan dalam bentuk-bentuk ritual melalui buku dan ceramah yang bermuatan pelaknatan  terhadap  para sahabat dan Istri Nabi Muhammad Saw. Demikian  paparan  Prof. DR. Muhammad Baharun dihadapan peserta Dauroh Du’aat Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Jawa Barat, Sabtu, 3 Maret 2012 di Pusdiklat Dewan Da’wah Jabar, Ngamprah Kabupaten Bandung Barat.

Karena itu, kata Prof. Baharun, bagaimana mungkin Syiah dengan Sunnah bisa bersatu, sementara Syiah melaknat isteri-isteri Nabi dan Sahabat, sedangkan Sunnah menghormatinya bahkan mendoakannya dengan ungkapan “radhiallhu anhum” sesuai dengan petunjuk al-Qur’an, sedangkan mereka mengatakannya kutukan “laknatullah alayhim”.

“Bagaimana mungkin kedua aliran yang bertolak belakang dan diametral ini bisa berkompromi dalam ukhuwah” tegas Muhammad Baharun.

Muhammad Baharun juga mengingatkan bahwa persoalan Syiah di Indonesia tidak bisa disederhanakan, misalnya ini urusan pribadi ataupun sekedar mazhab seperti mazhab lain. Justru lebih dari itu, karena konsep “imamah” (kekuasaan mutlak harus dibawah para imam), sangat rentan terjadinya benturan dengan Pancasila, UUD 45 dan NKRI. *** (AS)