MENTERI AGAMA AKAN HADIR PADA TASYAKUR DEWAN DA’WAH

322

Menteri Agama RI, Drs. KH. Lukman Hakim Saifuddin, menerima kunjungan pengurus Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia di kantornya Rabu sore (22/2). Kunjungan dalam rangka silaturahmi ini diinisiasi oleh Ketua Umum Dewan Da’wah, Drs. H. Mohammad Siddik, MA, didampingi Wakil Ketua Umum Drs. H. Amlir Syaifa Yasin, MA, Wakil Sekretaris Umum H. Taufik Hidayat S.Sos, MA dan Humas Yuddy Yuniardhi.

Pertemuan yang berlangsung satu jam tersebut membicarakan beberapa hal, diantaranya mengenai rencana tasyakur Dewan Da’wah, mengenai Syiah, termasuk rencana kedatangan Raja Saudi yang akan membawa rombongan sebanyak 1.500 orang dan 70 mobil dan berita-berita hoax yang bertebaran dan berkaitan dengan Kementerian Agama.

Ketua Umum Mohammad Siddik pada pertemuan tersebut menyampaikan kabar mengenai Haflah Tasyakur dan Rakernas Dewan Da’wah yang akan berlangsung 24-26 Februari 2017, sekaligus menyampaikan maksud kesediaan Menteri Agama untuk hadir memberikan sambutan dan pandangan-pandangan, yang tentunya termasuk situasi keumatan saat ini. Wakil Ketua Umum Dewan Da’wah Amlir Syaifa Yasin juga sempat memaparkan materi-materi acara Tasyakur. Dan atas undangan tersebut, Menteri Agama Lukman Hakim menyatakan kesediaannya untuk hadir pada acara Tasyakur.

Ketua Umum Mohammad Siddik juga sempat menyampaikan kerisauan ummat Islam atas kehadiran dan pergerakan Syiah di Indonesia. “Kehadiran Syiah ini berbeda akidah, yang karenanya akan menimbulkan perpecahan dikalangan ummat Islam kelak. Dan ini bahaya sekali,” ujar Mohammad Siddik sambil meneruskan, “Menurut pertimbangan kami, sebagai masukkan, dari dulu kita Ahli Sunnah wal Jamaah, maka sudah cukuplah kita Ahli Sunnah Wal Jamaah, tanpa Syiah”

Menteri Agama Lukman Hakim mengakui, beberapa situasi keummatan sekarang ini. “Ada upaya-upaya untuk memecah belah Ummat Islam, dan ada upaya untuk membenturkan Ummat Islam dengan Pemerintah,” katanya.

Sementara Wakil Sekretaris Umum Taufik Hidayat, menanyakan percetakan Al-Qur’an milik Kementerian Agama yang ramai dikabarkan di media sosial sudah ditutup. Menanggapi itu, Menteri Agama Lukman Hakim menyatakan bahwa itu hoax. “Saya sudah klarifikasi bahwa itu hoax,” ujarnya. Namun demikian Menteri Lukman sendiri merasa prihatin dengan banyaknya hoax yang beredar di masyarakat. Terkait hoax percetakan Al-Qur’an milik Kementerian Agama, “Tentu merugikan kita. Padahal aslinya kita malah menambah mesin untuk percetakan ini.” Ujarnya. YD.***

menag-ddii