Masyarakat Muslim Bandung Datangi DPRD Terkait Gereja Liar

775

Puluhan orang dari Forum Warga Karasak beserta berbagai elemen pergerakan Islam dan ormas Islam Kota Bandung, Selasa, 1/3/2016 pagi mendatangi Gedung DPRD Kota Bandung di Jl. Sukabumi Kota Bandung dalam rangka menggugat keberadaan Gereja Rehoboth Jemaat Berea yang berada di Jl. Soekarno Hatta, Karasak Kota Bandung yang dianggap liar oleh warga.

Aksi dimulai dari Masjid Al Jihad, Jl. Garut dengan membentangkan spanduk yang bertuliskan “Sterilkan Kota Bandung dari Gereja Liar”.

Dihadapan Komisi A DRPD Kota Bandung yang menerimanya , mereka menyampaikan beberapa aspirasi terkait dengan permasalahan pendirian gereja Rehoboth Jemaat Berea yang memiliki IMB yang diketahui tidak sesuai dengan peraturan pendirian rumah ibadah, yang salah satu syaratnya harus ada ijin dari 60 orang warga dan 90 orang jemaat. Masyarakat juga menilai IMB dengan Nomor 650.23/0021/IMB-UB/XII/2015/BPPT tertanggal 17 Desember 2015 yang dikelaurkan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Bandung penuh kejanggalan karena disinyalir dalam pengurusannya dilakukan dengan intrik-intrik dan pembohongan.

Menanggapi hal itu, pihak DPRD Kota Bandung berjanji akan memprosesnya dengan memanggil intansi terkait, yakni Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Bandung serta apabila diperlukan mereka juga berjanji akan memanggil Walikota Bandung hingga permasalahan yang disampaikan warga dapat terselesaikan sesuai dengan peraturan yang ada.

Warga juga meminta DPRD dan Walikota Bandung untuk tidak mengeluarkan dan mencabut IMB pembangunan gereja-gereja liar di lima titik Kota Bandung.

Jangan Libatkan FLADS

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Dewan Da’wah Jawa Barat, Ust. Muhammad Roinul Balad mengkritisi Walikota yang sering melibatkan Forum Lintas Agama Deklarasi Sancang (FLADS) dalam mengambil pertimbangan. Padahal, menurut Ust. Roin, FLADS itu bukanlah lembaga resmi.

Untuk itu dia mengingatkan DPRD agar tidak melibatkan forum itu dalam pembahasan masalah gereja liar ini, ungkapnya.

Warga Karasak meminta DPRD atau Walikota dalam membahasan masalah ini apabila  mengundang Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) maka mereka (Warga yang menggugat, red) juga harus dilibatkan.***

protes gereja liar