Khittah Da’wah Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia : Kaidah Asasi

638

Islam sebagai sumber dan jalan kebenaran yang berasal dari Allah SWT, adalah pandangan hidup yang bukan saja diperuntukkan bagi kesejahteraan kaum muslimin tetapi juga bagi semua umat manusia, rahmat  bagi alam semesta dengan segenap isinya, yakni alam manusia, alam hewan, alam tumbuh-tumbuhan dan lingkunagn hidup seluruhnya. Alam manusia yang terdiri dari berbagai suku dan bangsa dengan warna kulit masing-masing atau secara keseluruhan, sadar atau tidak sadar, kecuali mereka yang khufur, meraskan rahmat Allah melalui ciptaan-Nya. Islam yang bersumber pada kebenaran Ilahiyah, baik yang terkandung dalam ayat-ayat Alqur’an dan sunnah Rasulullah maupun yang terdapat dalam ayat-ayat kauniyah, adalah pegangan, jalan, sikap dan sekaligus pula pedoman hidup setiap muslim dimanapun dan zaman apapun ia berada. Dieunul Islam adalah ajaran purna, baik dalam makna penyempurnaan ajaran-ajaran Allah (wahyu) lewat  para  nabi terdahulu maupun purna dalam kaitannnya dengan pandangan hidup manusia yang bersifat ra’yu (akal). Dengan demikian, Islam adalah ajaran yang komprehensif  sifatnya.

Selain dari mengandung nilai-nilai dasar yang bersifat fundamental, Islam juga berisikan norma-norma dan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan atau pemberitahuan Ilahi lain, terkandung dalam al-Qur’an yang diperjelas dengan Sunnah Rasul-Nya. Oleh karena itu bagi  setiap muslim, Islam  adalah kebenaran mutlak, universal dan eternal, tidak terikat pada ruang dan waktu. Walaupun demikian, menurut ajaran Islam, tidaklah dibenarkan seorang memaksa orang lain menjadi pemeluk agama Islam. Dalam kehidupan beragama, Islam mengajarkan asas bahwa, tidak ada paksaan dalam agama. Islam bahkan mengajarkan tasamuh (toleransi) dalam kehidupan beragama.

Dalam arti tersebut, Islam mengatur berbagai hubungan manusia, juga dalam masyarakat pluralistik. Baik dengan Tuhannya, dengan sesamanya, dengan dirinya sendiri dan dengan alam lingkungannya. Sebagai suatu sistem yang mengatur tata hubungan manusia tersebut, Islam terdiri dari Aqidah (tata keimanan), syari’ah (tata kaidah hukum), dan akhlak (tata kaidah moral), yang berkaitan erat satu dengan yang lain. Sebagai agama yang mengatur perbagai kehidupan dan penghidupan manusia, nilai-nilai dasar dan norma-norma asasi Islam member pedoman untuk lebih mengutamakan persamaan-persamaan tanpa mengabaikan perbedaan-perbedaan mengenai segala aspek kehidupan manusia. Dengan demikian, system-sistem; social, politik, ekonomi, pendidikan dan system budaya lain yang Islami adalah system-sistem yang berdasarkan aqidah, syar’iah dan akhlak, yang tidak bersifat monolitik.  *** AS / Buku Khittah Da’wah  Dewan Da’wah hal 3-5)