KADERISASI KEPEMIMPINAN UMMAT/BANGSA MENUJU MASYARAKAT BERKEADILAN

731

“Kamu adalah sebaik-baik ummat yang ditampilkan ke tengah-tengah
masyarakat; (karena) kamu menyuruh manusia berbuat baik dan
melarang mereka berbuat jahat, (sebab) kamu beriman kepada Allah”
(QS. Ali-Imran : 110)
——–

oleh KH. M. Rusyad Nurdin
Kita semua merasa betapa pentingnya mempersiapkan Generasi Penerus, yang akan melanjutkan kepemimpinan ummat menuju masyarakat yang aman, adil, makmur dan sentosa di bawah lindungan Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT Pencipta alam semesta.

Sebenarnya pengkaderan sudah berjalan sejak lama di mulai, baik oleh pemerintah maupun swasta dan sekarang masih berjalan dengan dana yang tidak sedikit, tetapi ternyata cita-cita yang mulia ini belum juga kunjung tiba.

Masa Keprihatinan Kita bersyukur kepada Allah SWT, setelah 51 tahun lamanya mengenyam kemerdekaan telah banyak yang kita capai, tetapi baru bersifat lahiriyah. Dari segi rohaniyah kita sangat jauh ketinggalan, malahan terus menukik turun dengan sangat tajam.

Ketua MPR/DPR Wahono menge-mukakan : “Akhir-akhir ini kita menyaksikan ciri nyata dari budaya kemunafikan yang melanda sebagian masyarakat, ter-masuk lapisan kepemimpinannya, yaitu tidak satunya kata dan perbuatan. Gejala primordialisme intelektual juga sudah mulai tampak. Objektivitas dan ketajaman pandangan serta kepekaan rasa kepedulian sosial sudah menipis”.

Selanjutnya Wahono menegaskan :
“Perlunya tanggapan sungguh-sungguh dan rasa tanggung jawab terhadap konsolidasi semangat dan wawasan dalam menghadapi kemungkinan situasi yang tidak kondusif untuk pelaksanaan siklus kepemimpinan nasional yang akan datang”. (Kompas, 22/7/96)

Mari kita dengar pula keputusan Seminar Lembaga Pertahanan Nasional yang diadakan oleh Kursus Reguler ke-17 pada akhir tahun 1984, sbb :

1. Bangsa Indonesia sekarang ini mem-perlihatkan kecenderungan mengagungkan harta. Memperhambakan diri kepadanya!
2. Bangsa Indonesia sekarang ini cenderung melakukan manipulasi. Berbuat curang, tidak jujur, menyalah gunakan kekuasaan serta mengkhianati amanat!
3. Bangsa Indonesia sekarang ini cenderung kepada fragmentasi. Manusia tidak dihormati lagi sebagai “pribadi yang utuh”, tetapi hanya karena profesi, pangkat, kekayaan, dlsb!
4. Bangsa Indonesia sekarang ini cenderung kepada individualisasi. Mementingkan diri sendiri sehingga merugikan bangsa dan negara.

(BERSAMBUNG)