Published On: Wed, May 22nd, 2013

ISLAM DAN PERUBAHAN SOSIOKULTURAL

Share This
Tags

Oleh: Drs. Muhsin M.K MSc.
(Anggota Majlis Syuro Dewan Da’wah Jawa Barat)

Mukadimah
Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia dan perkembangan jaman. Apa pun aktifitas yang dilakukan oleh manusia di bumi ini akan selalu berhubungan dengan Islam, termasuk perubahan yang terjadi pada setiap jaman. Setiap perubahan yang terjadi dalam kehidupan manusia akan ada relevasinya dengan ajaran Islam. Bahkan Islam itu sendiri telah memberikan pengaruh yang besar terhadap perubahan yang dialami oleh manusia dalam hidupnya.
Demikian pula perubahan sosiokultural manusia tidak akan dapat dilepaskan dari Islam. Manusia tidak dapat menafikan bahwa perubahan sosiokultural yang dialami dalam hidupnya sejak dahulu hingga sekarang ini tidak dapat dilepaskan dari pengaruh Islam sebagai agama fitrah. Oleh sebab itu apapun bentuk perubahan sosiokultural yang terjadi di dunia ini manusia tidak dapat mengabaikan eksistensi dan peran Islam di dalamnya, sekalipun para orientalis, liberalis dan sekuleris mengabaikannya.

Fenomena umum perubahan sosiokultural
Perubahan akan terus terjadi dalam hidup dan kehidupan manusia, termasuk perubahan sosiokulturalnya. Perubahan sosiokultural yang terjadi pada manusia secara umum dapat dilihat dari beberapa faktor, sebagai berikut:

1.Perubahan sistem politik
Perubahan sistem politik sedemikian menonjol dalam perjalanan hidup manusia sejak dahulu hingga sekarang. Jika dahulu sistem politik yang dianut pada umumnya adalah monarkis, atau sistem kerajaan. Suatu negara dan bangsa dikuasai dan diperintah oleh raja yang secara turun temurun, bukan hanya di dunia Timur, melainkan juga di dunia Barat. Kini perubahan itu terjadi setelah munculnya sistem demokrasi, sehingga banyak negara dan bangsa yang menganut sistem ini, termasuk di dunia Islam.
Untuk masalah demokrasi ini Adian Husaini mengemukakan, “Sebagai satu istilah dan gagasan baru demokrasi telah menimbulkan berbagai respon dari kalangan Muslim. Ada yang menerima demokrasi sebagai pandangan hidup dan keharusan sejarah. Ada yang mengkritisinya. Dan ada juga yang menolak mentah-mentah, baik istilah maupun konsepnya”.
Namun tidak semua negara Islam menerima sistem politik ini, ada yang menolak secara utuh dan ada yang menerima sebagian dan ada pula yang mengadopsi secara penuh. Arab Saudi, Yordania dan Maroko masih tetap menerapkan sistem monarki, yang memerintah seorang raja. Demikian pula halnya Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab dan Bahrain di Timur Tengah yang memerintah adalah Emir atau Amir dan Brunei Darussalam yang memerintah adalah Sultan.
Malaysia menerima sebagian, sebab Kepala Negaranya adalah Sultan yang secara turun temurun dan Kepala pemerintahannya adalah Perdana Menteri yang dipilih oleh rakyat. Indonesia dan Mesir menerima demokrasi secara utuh karena Presidennya langsung dipilih oleh rakyat. Sedangkankan Pakistan, Banglades dan Turki yang dipilih adalah Perdana Menteri dari partai yang berkuasa. Sedangkan Iran dan Sudan tegas-tegas menyatakan sebagai Republik Islam, menggunakan sistem demokrasi tetapi menjadikan syariat Islam sebagai hukum tertinggi di negaranya.

2.Perubahan sistem ekonomi
Perubahan sistem ekonomi juga terjadi. Jika sebelumnya didominasi oleh sistem kapitalisme hingga melahirkan perdagangan bebas, tetapi sekarang ini mulai tumbuh sedikit demi
sedikit sistem ekonomi Islam dengan berdirinya bank Islam dan lembaga keuangan syari’ah di dunia, termasuk di negera negara Barat. Dalam perubahan ini Islam mulai memberikan pengaruhnya dalam masyarakat dunia yang mulai menggoncang sistem kapitalis. Tapi karena kekuasaan dan kekuatan politik dan militer masih di tangan mereka, maka sistem ekonomi Islam masih menghadapi hambatan yang tidak kecil.

3.Perubahan sistem social
Perubahan sistem social ini benar benar luar biasa dalam masyarakat dunia. Jika pada masa dahulu pergaulan sosial hanya sebatas dengan lingkungan tempat tinggal dan negara saja. Tetapi sekarang ini, dengan kemajuan teknologi informasi dan kumunikasi, pergaulan social telah melampaui batas batas negara. Adanya face book misalnya, telah merobah sistem social masyarakat yang tertutup menjadi terbuka.
Pergaulan social antara manusia tidak lagi dibatasi oleh sekat sekat geografis, suku bangsa, warna kulit, bahasa dan agama sehingga jika tidak ada rambu rambu hukum dan agama yang jelas bisa melahirkan suatu kebebasan baru. Terbukti ada seorang anak muda yang mengaku Nabi menyebarkan ajarannya melalui face book dan sudah mendapatkan pengikut sekitar 50 orang lebih.
Orang mencari teman, sahabat dan pasangan hidup sekarang ini sudah dapat dilakukan melalui dunia maya, termasuk melalui tayangan televisi. Coba saksikan acara “take my out” atau “take him out” di Indosiar tentang cara mencari pasangan dengan melalui layar kaca. Kehidupan social seperti ini sebelumnya tidak ada, kecuali melalui mass media cetak dan telepon.
Dalam acara itu semua penganut agama bisa memilih pasangan tidak lagi mempersoalkan persamaan agama dan iman. Mereka memilih karena senang sama senang, sehingga biasa terjadi wanitanya beragama Islam dan laki-laki yang dipilihnya atau yang memilihnya beragama lain. Ini tidak terlepas acara yang mengusung plularisme agama, bahwa semua agama itu sama sehingga dapat melahirkan pernikahan beda agama.

4.Perubahan sistem pendidikan
Sistem pendidikan juga telah mengalami perubahan. Dahulu selain pendidikan agama juga diberikan mata pelajaran budi pekerti atau akhlak, sekarang hanya pendidikan agama. Dahulu diberikan pelajaran Al Jabar, Ilmu Hayat dan Ilmu Alam, yang jelas hubungannya dengan Islam, sekarang Matematika, Fisika dan Biologi. Hanya Ilmu Kimia yang tidak dapat diganti dengan istilah lain.
Perubahan juga terjadi dalam pendidikan Islam. Setelah merebaknya globalisasi dan yang terakhir ini isu terorisme, maka pedidikan Islam mulai mendapatkan sorotan dunia Barat. Sejak lama dunia Barat berusaha masuk ke dalam sistem pendidikan Islam dengan maksud untuk melakukan perubahan perubahan sehingga melahirkan generasi muda Islam yang sekuler dan liberal. Dimulailah dengan menggarap mahasiswa dan intelektual muda Muslim yang miskin melalui perguruan perguruan tinggi Islam dengan memberikan bea siswa belajar ke negara negara Barat.
Kini hasilnya luar biasa telah bermunculan kalangan intelektual Muslim yang berfikir seperti orientalis yang cenderung meruntuhkan fondasi ajaran Islam, termasuk menafsirkan Al-Qur’an dan Hadits menurut cara pandang orang Barat. Mereka pun berusaha secara perlahan lahan tapi pasti merubah sistem pendidikan Islam yang dipandang tradisional dengan sistem baru yang dipandang lebih modern dengan merubah kurikulum pendidikan agama.
Bila sistem pendidikan Islam yang selama ini berjalan di Indonesia mengalami perubahan sesuai dengan keinginan dan kepentingan orientalis Barat, maka apa jadinya generasi muda Islam yang akan datang. Sekarang ini saja sudah sedemikian parah cara pandang dan berfikir sebagian mahasiswa dan intelektual dari perguruan tinggi Islam, sebagaimana yang dapat dilihat dari tulisan tulisan mereka. Salah satunya adalah, “Indahnya perkawinan sesama jenis”.

5.Perubahan sistem budaya
Perubahan sistem budaya juga terjadi dalam kehidupan manusia. Kebudayaan global yang dipengaruhi kultur Barat mulai menjadi bagian dari kehidupan manusia jaman sekarang ini. Kencenderungan berpakaian terbuka yang dilakukan oleh sebagian wanita pada masa kini merupakan cermin perubahan budaya. Walau pada masa purbakala atau dalam kehidupan masyarakat primitif yang masih ada sekarang ini berpakaian seperti itu juga ada. Ini artinya perubahan cara berpakaian hanya pengulangan saja dari masa sebelumnya.
Hal inilah yang mendorong kencenderungan pornoaksi dan pornografi dalam masyarakat. Jika pada masa yang lalu tidak ada orang atau kelompok yang secara terbuka membela aktifitas kemaksiatan itu, tapi pada masa sekarang bermunculan lembaga swadaya masyarakat yang membelanya mati matian hanya karena berpegang pada kebebasan bereskpresi dan Hak hak Azasi Manusia (HAM). HAM sekarang ini telah menjadi bagian dari budaya baru dalam masyarakat dunia yang menjadi ukuran baik atau buruk walau bertentangan dengan agama. Misalnya, agama mengajarkan larangan berpindah agama, sedangkan HAM membenarkan setiap individu bebas memilih agama.
Kehadiran dan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi pada masa sekarang yang tidak pernah terjadi di jaman dahulu telah melahirkan budaya baru. Mencari jodoh, jual beli, menyebarkan ilmu, da’wah dan sebagainya bisa lewat internet, ini sesuatu hal yang positif. Tapi menyebarkan pornografi, cuci maki, ghibah, fitnah, prasangka buruk, perjudian dan lain sebagainya lewat dunia maya itu jelas jelas perbuatan negatif.
Kehadiran kelompok kelompok dalam masyarakat yang muncul belakangan ini juga melahirkan kebudayaan baru. Bepakaian disesuaikan dengan identitas kelompoknya. Kecenderungan mengadopsi pemikiran luar tanpa bersikap kritis apakah bertentangan dengan agama yang diyakininya atau tidak. Anti demokrasi tapi mengikuti aturan yang dibuat dari produk sistem tersebut.

Cara Islam merepons perubahan
Islam merupakan agama solusi. Setiap perubahan berdampak pada hal yang positif dan negatif. Perubahan yang positif akan bersesuaian dengan Islam. Seperti perubahan dalam sistem ekonomi, dengan lahirnya sistem perbankan dan keuangan Islam. Namun perubahan yang negatif akan bertentangan dengan Islam. Seperti merebaknya pornoaksi dan pornografi. Karena itu Islam dalam ajaran ajarannya telah memberikan cara, solusi dan arahan dalam merespon dan mengatasi perubahan di dunia ini, khusus yang bersifat negatif tersebut.
Dalam Al-Qur’an cukup banyak yang berisikan ajaran tentang bagaimana melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dan mengatasi perubahan yang negatif, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Dengan iman dan taqwa

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. AL-hasyr: 18)
Iman dan taqwa (imtaq) merupakan kekuatan luar biasa yang mampu menghadapi perubahan jaman termasuk perubahan negatif yang terjadi dalam kehidupan manusia di jaman sekarang ini. Hanya mereka yang beriman dan bertaqwalah sepanjang sejarah yang mampu menghadapi perubahan negatif dan merubahnya menjadi positif sebagaimana yang dilakukan oleh para Nabi dan Rasul, para khalifah dan ulama warasatul ambiya sejak jaman dahulu hingga pada masa sekarang ini.

2. Dengan ilmu dan agama

“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya”. (QS. At-Taubah: 122).
Perubahan juga dapat diarahkan, termasuk merubah yang negatif menjadi positif dengan kekuatan ilmu dan agama sebagaimana yang telah dilakukan oleh para ulama dahulu. Para ulama mampu melahirkan kekuatan SDM yang unggul dan bekerja sama dengan umara yang beriman dan bertaqwa berhasil melakukan perubahan dalam masyarakat sebagaimana yang terjadi di jaman keemasan Islam, termasuk pada jaman wali songo di Indonesia. Kini dengan hadirnya intelektual Muslim yang memiliki ilmu yang cukup dan konsisten dengan agamanya, seperti mereka yang tergabung dalam INSIST, telah berhasil minimal mengantisipasi pemikiran pedagang asongan orientalis Barat yang hendak mereduksi ajaran Islam agar sesuai dengan pandangan hidup mereka.

3. Dengan kekuatan ekonomi

“…Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…”. (QS. Ar-R’ad: 11). “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi…”. (QS. Al-Qashash: 77).
Ekonomi harus dikuasai, sebab dengan kekuatan ekonomi perubahan akan dapat dikendalikan ke arah yang positif. Karena itu dengan kebangkitan ekonomi Islam melalui sistem perbankan dan keuangan syariah dapat menjadi titik awal untuk melakukan perubahan yang positif dan menjauhkan dampak negatifnya sebagaimana yang diciptakan oleh sistem ekonomi ribawi atau kapitalisme. Oleh karena itu penguasaan ilmu ekonomi syariah menjadi wajib kifayah bagi ummat Islam dewasa ini.

4. Dengan kekuatan politik dan pemerintahan

“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali [pemimpin] dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. dan hanya kepada Allah kembali (mu)”. (QS. Ali-Imran: 28)
Umat Islam harus merebut kekuasaan politik dan pemerintahan dalam rangka melakukan perubahan yang positif dan menhentikan yang negatif. Sebab bila kekuasaan sudah berada di tangannya seperti yang dilakukan oleh khalifah dan pemerintahan Islam sejak dahulu hingga sekarang, maka masyarakat dan bangsanya bisa berubah menjadi hidup lebih baik dengan nilai nilai Islam dan terhindar dari kerusakan yang dibawa oleh orang kafir, termasuk budaya Barat yang sekarang semakin merajalela.

5. Dengan persatuan dan kesatuan

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk”. (QS. Alio-Imran: 103)
Persatuan dan kesatuan ummat Islam yang sekarang ini tercerai berai harus disatukan menjadi satu kekuatan yang dapat membawa perubahan jaman yang lebih baik dan mencegah yang negatif. Namun jika ummat Islam tidak bersatu, maka mereka akan tetap terombang ambing dalam perubahan yang disebabkan arus globalisasi seperti yang tampak dalam kehidupan sebagian ummat Islam di dunia dewasa ini. Karena itu persatuan dan kesatuan ini menjadi penting.*** Dewandakwahjabar.com

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>