HORMATI ORANG TUA

982

Oleh: Drs. Muhsin MK. MSc. (Anggota Majlis Syuro Dewan Da’wah Jabar)

Dewandakwahjabar.com — Orang tua, bukanlah sekedar orang yang lebih tua atau dituakan, melainkan juga orang yang memiliki kelebihan-kelebihan yang diberikan oleh Allah SWT.  Orang tua, bapak dan ibu kita, memiliki kelebihan antara lain yang membuat kita dapat lahir dan hidup di dunia ini. Bisa dibayangkan, apabila tidak ada mereka, tentu kita tidak ada dan tidak mungkin dapat menikmati hidup di dunia ini. Sebab manusia yang diciptakan langsung hidup di dunia ini oleh Allah SWT hanya Nabi Adam As. dan istrinya Hawa. Setelah itu manusia lahir dan hidup melalui orang tuanya, dimulai dari persetubuhan ibu dan bapaknya, kemudian dikandung dalam perut ibunya, kemudian dengan ijin Allah SWT kita lahir dan hidup di dunia ini.
Setelah kita lahir dan hidup didunia ini lalu apa yang kita lakukan pada orang tua, bapak dan ibu kita. Apakah kita ingat atau lupakan jasa mereka, atau bersikap dan berbuat baik terhadap mereka atau sebaliknya. Sebab tidak sedikit manusia yang setelah lahir dan hidup menjadi manusia dewasa melupakan orang tuanya apalagi mau bersikap dan berbuat baik terhadap mereka. Padahal tidak seharusnya mereka bersikap seperti itu terhadap orang tua, bapak dan ibu mereka. Apalagi kita pun juga akan menjadi orang tua yang memiliki anak-anak sehingga apakah kita rela jika diperlakukan seperti itu oleh mereka.
Mengandung dan Melindungi
Orang tua, bapak dan ibu kita sedemikian besar jasanya terhadap diri kita pada saat masih dalam kandungan dan ketika masa kecil dan menempuh pendidikan sekolah. Ketika ibu kita mengandung bagaimana berat rasanya memelihara diri kita agar tetap sehat selama dalam kandungan dan lahir dengan selamat. Jiwanya dipertaruhkan dalam usaha melindungi anaknya yang ada dalam kandungan dan dapat melahirkan dengan selamat dan dalam keadaan sehat wal afiat. Keadaan seperti ini dijelaskan dalam firman Allah SWT:
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. QS. Al-Ahqaf: 15.
Selama kita dalam kandungan dan saat ibu melahirkan, bapak kita turut membantu dan mencarikan makanan dan minuman untuk memenuhi kebutuhan kita selama dalam kandungan dan biaya untuk melahirkan di bidang atau di rumah sakit bersalin. Kedua orang tua kita berusaha dengan sekuat tenaga agar diri kita sehat dan selamat sehingga benar-benar menjadi manusia yang dapat hidup dan meneruskan keturunan mereka. Apalagi para orang tua dilarang membunuh anak-anaknya hanya karena takut miskin atau menderita hidupnya, sebab Allah SWT yang akan member rezkinya. Sesuai dengan firman-Nya: “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu Karena takut kemiskinan. kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar”. QS. Al-Israa’: 31.
Pada jaman sekarang ini memang tidak sedikit orang tua yang kejam dan sadis membunuh anaknya sendiri yang baru lahir atau sudah besar hanya karena malu, strees dan takut miskin dalam hidupnya. Anaknya dibunuh ada yang dengan cara dicekek, diikat lehernya, dibuang ditempat sampah dan sungai dan lain sebagainya.  Ini namanya mereka telah menjadikan anaknya tidak dapat menikmati hidup di dunia ini. Karena itu bersyukurlah kita memiliki orang tua yang tidak sekejam dan sesadis itu. Apalagi dengan lahir dan hidupnya diri kita dengan selamat dan sehat wal afiat di dunia ini, orang tua kita sangat  bersyukur kepada Allah SWT, dan mendo’akan agar kita menjadi anak yang shaleh. Itulah peran, jasa dan harapan orang tua, bapak dan ibu, sehingga kita pun harus berusaha untuk tidak melupakannya terhadap apa yang telah mereka berikan dan curahkan kepada diri kita selama ini.
Mengasuh dan Mendidik
Belum lagi kalau kita ingat bagaimana orang tua mengasuh dan mendidik kita sejak masih bayi hingga kita hidup mandiri. Saat mengasuh kita ketika masih bayi ibu mempertaruhkan jiwanya sampai-sampai tidak tidur di malam hari, demikian pula bapak kita yang setia menemani ibu dan mencarikan nafkah untuk anak dan istrinya. Makanan dan pakaian kita pun berusaha dibeli dan diberikan yang terbaik agar pertumbuhan dan perkembangan si bayi tidak terganggu dan berjalan dengan baik, sehat dan bugar.
“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan Ketahuilah bahwa Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan”.  QS. Al-Baqarah: 233.
Orang tua memang wajib mengasuh dan mendidik anak-anaknya agar menjadi anak yang shaleh dan berguna bagi agama, masyarakat dan Negara. Karena itulah mereka tidak segan-segan membanting tulang dan mendisiplin anak-anaknya agar belajar dengan baik, sekolah yang rajin, mengaji yang benar dan bergaul tidak dengan orang yang berperilaku buruk dan jahat. Namun sikap orang tua yang seperti ini kadang-kadang disalah artikan oleh anak-anaknya, seakan tidak memberi kebebasan kepada mereka.
Padahal apa yang mereka lakukan itu adalah untuk kebaikan dan kebahagian anak-anaknya, apalagi tidak ada orang tua yang ingin menjadikan anaknya menjadi orang jahat dan criminal. Sekalipun penjahat, tetap mengharapkan anak-anaknya menjadi orang baik-baik dan taat beragama. Sebab Allah SWT mengingatkan mereka dalam firman-Nya: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”. QS. An-Nisaa’: 9.
Berbuat baik dan menghormatinya
Demikianlah peran dan jasa orang tua, ibu dan bapak pada anak-anaknya sejak dalam kandungan hingga kita bisa berdiri sendiri. Tapi setelah kita menjadi dewasa apa yang seharusnya dilakukan terhadap mereka, apakah kita masa bodoh atau membalas jasa dan budi baiknya. Sebenarnya banyak orang tua yang tidak mengharapkan balas jasa dan bantuan dari anak-anaknya, karena apa yang mereka lakukan dan berikan kepada anak-anaknya itu, mulai dari mengandung, menyusui, mengasuh dan mendidik, termasuk memberi makanan dan pakaian adalah kewajiban mereka sebagai orang tua. Namun sebagai anak kita diperintahkan untuk berbuat baik kepada mereka sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah SWT: “Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, Hanya kepada-Kulah kembalimu”. QS. Luqman: 14.
Salah satu bentuk berbuat baik pada orang tua, bapak dan ibu kita adalah, hendaknya tidak sekali-kali menyakit hatinya dengan mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan. Sebab kita menyaksikan tidak sedikit anak yang berkata dan berbicara pada orang tuanya dengan mengeluarkan kata-kata yang tidak senonoh dan kasar sehingga menyakitlkan hati dan menyinggung perasaan mereka, padahal itu termasuk perbuatan dosa. Karena itulah Allah SWT memberikan peringatan kepada kita sebagaimana dalam firman-Nya:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua Telah mendidik aku waktu kecil”. QS. Al-Israa’: 23-24.
Termasuk juga berbuat baik kepada orang tua, ibu bapak, adalam dengan memberi nafkah, kiriman uang, bingkisan dan hal-hal yang baik lainnya kepada mereka berdua sebagaimana firman Allah SWT: “Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha mengetahuinya”. QS. Al-Baqarah: 215.***dewandakwahjabar.com