Dewan Dakwah Kota Bandung Demo di Depan Gedung Sate

577

Demodd1Massa dari¬†Dewan Da’wah Islamiyyah Indonesia (DDII) Kota Bandung menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate Bandung, Senin (31/8/2015). Mereka menuntut Presiden Jokowi-JK mundur dari Jabatannya.

Dalam aksinya para pengunjuk berorasi dan berteriak meminta presiden Jokowi untuk mundur. 

“Kita menuntut presiden jokowi agar segera mengundurkan diri dari jabatannya karena telah melakukan pembohongan publik dan tidak menepati janji janjinya selama kampanye. Dalam hal itu kita memohon dengan hormat agar MPR RI segera menyelenggarakan sidang paripurna untuk melakukan impeachment terhadap jokowi-JK,” jelas Muchsin al Fikri Ketua DDII Kota Bandung disela aksinya.

Dikatakannya, hampir satu tahun sudah negara ini di pimpin oleh rejim Jokowi-JK. Namun ekspektasi dan harapan perubahan yang dijanjikan semakin menjauh dari kenyataan.

“Negara diurus secara serampangan dan jauh dari profesionalisme. Ekonomi semakin mendekati kehancuran dan kebangkrutan yang ditandai dengan melemahnya nilai tukar rupiah yang kini sudah mencapai Rp 14.060/ dollar,” katanya.

Oleh karena itulah, sebelum negeri ini mengalami kebangkrutan dan kehancuran yang lebih parah, maka dewan da’wah Islamiyah Indonesia Kota Bandung menolak segala upaya pencabutan TAP MPR tentang pelarangan penyebaran ajaran komunisme Indonesia.

“DDII Kota Bandung menyatakan siap berjihad dengan harta dan jiwa untuk menghadapi generasi penerus serta dan anak cucu pki baik anak ideologis maupun biologis yang berkehendak serta mencoba menghidupkan kembali ajaran komunisme di Indonesia,” katanya.

Tidak hanya itu saja, pihaknya pun menolak segala bentuk kerjasama dengan pemerintahan cihan seperti pembiayaan 520 trilyun oleh bank of China untuk BUMN, pinjaman 40 trilyun dari bank of China untuk garuda, menolak kedatangan jutaan imigran cina ketanah air karena akan mengancam tenaga kerja pribumi.

“Oleh karena itulah kita menyampaikan mosi tidak percaya kepada pemerintah Jokowi-JK yang telah kehilangan trust dari dunia usaha sehingga menyebabkan krisis ekonomi yang membahayakan negara,” katanya.***galamedianews

ed : amre