Dewan Dakwah Kirim Da’i ke Tanah Karo

616

Siang itu, di bawah bayang-bayang Gunung Sinabung yang masih menyemburkan asap dan lava, puluhan warga Desa Sukandebi menyambut kedatangan Tim Safari Dakwah dari Dewan Dakwah.

Tim Safari terdiri Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) M Natsir, Misbahul Anam MA, dan Humas LAZIS Dewan Dakwah Nurbowo. Mereka didampingi aktivis senior PII (Pelajar Islam Indonesia) Tanah Karo Ustadz Ilyas Tarigan, da’i muda Dewan Dakwah yang bertugas di Karo, dan relawan LAZ Ulil Albab Medan.

Di hadapan seluruh jamaah yang meluberi masjid, Ustadz Anam menitipkan da’i muda alumnus STID M Natsir, Ustadz Mardjoni, untuk mendampingi jamaah selama setahun ke depan. Ustadz Mardjoni, da’i asal Sambas Kalimantan Barat, menggantikan Ustadz Maulana Yusuf yang sudah bertugas setahun kemarin.

Sebagai penghormatan, kedatangan Ustadz Mardjoni dan Tim Safari disambut dengan ritual dan menu istimewa yang biasa disajikan dalam pesta adat setempat. Tentu saja ritualnya tidak menggandung kemusyrikan maupun menu haram. ‘’Ini namanya Mejuahjuah, adat penghormatan kepada tamu penting,’’ terang Ustadz Ilyas.

Oleh sesepuh adat setempat, Ustadz Anam dan Nurbowo dikalungi Uis, kain tenun khas Karo hasil kerajinan tangan kaum ibu setempat. Kemudian, para tamu dipersilakan bersantap dengan tiga macam menu pesta adat yang disebut Tasak Telu.

Tasak Telu terdiri bubur jagung-ayam (cipera), cincang daun singkong, dan sayur lodeh ayam. Warga Karo non-muslim biasanya memasak Tasak Telu dengan bahan daging babi dan darah ayam (geto). ‘’Kalau Tasak Telu buatan jamaah Masjid Al Ikhlas ini insya Allah halal,’’ kata Ustadz Mardjoni sambil tersenyum. *** lazisdewandakwahpusat.org