Daurah Du’aat dan Kaderisasi Dewan Dakwah

195

Oleh: Muhsin MK.

Daurah Du’aat atau pelatihan juru da’wah merupakan aktifitas yang efektif dalam gerakan Islam. Khususnya dalam memperkuat organisasi dawah dalam proses kaderisasi juru da’wah dan peningkatan peran da’wah dalam masyarakat. Bagi Dewan Dawah kegiatan semacam ini sudah menjadi karakteristik dan program unggulan sebagaimana yang dilaksanakan di dalam organisasinya di berbagai daerah.

Dewan Da’wah sebagai gerakkan Islam telah memberikan kontribusi yang tidak sedikit dalam pembangunan bangsa. Perannya tidak hanya dalam membangun karakter bangsa melainkan juga dalam membentengi aqidah ummat dari berbagai virus perusak manusia. Melalui Daurah Du’aat ini salah satu strategi dalam melakukan peran itu baik untuk kemajuan bangsa dan kebangkitan ummat Islam di Indonesia.

Berbagai daurah du’aat telah dilaksanakan di seluruh perwakilan Dewan Da’wah di Indonesia. Pada umumnya semua bertujuan sama, antara lain:

Pertama, mencetak juru da’wah yang memahami tugasnya dengan baik dalam menyampaikan ajaran Islam dalam masyarakat serta melakukan aktifitas kemasyarakat yang nyata dirasakan manfaatnya.

Kedua, menanamkan kesadaran dan pemahaman bahwa dawah selain sebuah kewajiban bagi seorang muslim juga menjadi solusi dalam memecahkan permasalahan bangsa dan masyakat dalam menghadapi dampak globalisasi dan era teknologi digital dewasa ini.

Ketiga, dalam ranga menghadapi tantangan aqidah ummat dan membentenginya dari pengaruh aliran sesat dan pemurtadan yang semakin gencar dan masif dewasa ini.

Dalam pelaksanaan Daurah Da’wah ini memang tidak mudah sebagaimana membalikkan telapak tangan. Kerap yang selalu dijadikan pertimbangan berkaitan dengan masalah pendanaan dan mengumpulkan orang sebagai pesertanya. Padahal masalah dana bukanlah hal yang prinsip sebab sudah menjadi keyakinin juru dawah termasuk aktifis Dewan Da’wah bahwa ada kemauan akan ada jalan atau bila kegiatan da’wah dilaksanakan dana akan datang dengan sendirinya. Adapun mengumpulkan orang yang dijadikan sebagai peserta daurah juga dapat dilakukan dengan mudah selama ummat Islam masih mentaati ajaran agamanya. Masjid dapat dijadikan sebagai tempat untuk menghimpun jamaah sekaligus tempat merekrut calon du’aat yang akan dilibatkan dalam Daurah Da’wah.

Banyak jalan menuju sorga, dengan demikian beragam cara dapat digunakan agar Daurah Du’aat dapat direalisasikan. Bagi Pengurus Dewan Dawah yang belum banyak pengalaman dalam melaksanakannya dapat belajar dari yang sudah terbiasa dan berhasil dengan baik. Sebaliknya bisa juga yang sudah berpengalaman memberika ilmu dan keahliannya kepada yang belum melaksanakan. Kemampuan Dewan Da’wah di daerah daerah berbeda beda. Namun bila sinergitas dan taawun dilaksanalan kekurangan dan kelemahan akan dapat diatasi bersama sehingga kegiatan daurah dapat berjalan dengan baik.

dauroh duat

Dewan Da’wah Pusat dapat berperan aktif dalam memberikan dukungan konstrultif dalam pelaksanaan Daurah Du’aat di derah daerah. Penyeragaman kurikulum dan silabus perlu dipersiapkan selain instruktur dan pemateri yang berkualitas perlu dipersiapkan. Namun agar potensi daerah bisa dikembangakan maka instruktur lokal perlu diberdayakan. Dalam kerangka ini diperlukan adanya coach intruktur Daurah Du’aat yang dilaksanakan secara sistematis dan terprogram.

Pelaksanaan Daurah Du’aat yang sudah berjalan di daerah daerah telah menghasilkan juru dawah yang tidak sedekit. Mereka ini diharapkan akan menjadi ujung tombak Dewan Da’wah dalam masyarakat. Oleh itu mereka perlu senantiasa dilibatkan dalam aktifitas Dewan Da’wah di lingkungannya masing masing. Keberadaan mereka tetap perlu mendapat perhatian Dewan Da’wah agara ilmu yang didapatkan dari daurah tidal sia. Mereka perlu diikat dalam jaringan organisasi dan diharapkan dapat merintis berdirinya Dewan Da’wah di daerahnya masing. Dengan demikian berarti Daurah Du’aat dapat menjadi sarana untuk memepersiapkan pemimin Dewan Da’wah di daerah daerah hingga tingkar kelurahan.

Sebagai bahagian dari kaderisasi da’wah maka Dewan Da’wah disemua tingkatkan untuk terus mengadakan Daurah Du’aat secara berkala dan berkelanjutam. Dengan cara ini bukan hanya akan menghasilkan kuantitas juru da’wah melainkan bertambah kualitas wawasan keilmuan, keahlian dan ketrampilan yang diperlukan dalam tugas da’wahnya. Karena itu intensitas daurah perlu ditingkatkan dan dinamisasikan agar menghasilkan juru dawah yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. In syaa Allah. ***