Bermain untuk Mengoptimalkan Intelegensi & Kreativitas Anak

999

Sebagian besar waktu anak-anak, terutama anak kecil, berinteraksi dengan sebaya mereka, merupakan waktu bermain. Permainan adalah aktivitas menyenangkan yang dilakukan untuk bersenang-senang, dan permainan sosial adalah salah satu jenisnya. Bermain adalah kegiatan yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Bermain harus dilakukan atas inisiatif anak dan atas keputusan anak itu sendiri. Bermain harus dilakukan dengan rasa senang, sehingga semua kegiatan bermain yang menyenangkan akan menghasilkan proses belajar pada anak.
Beberapa orangtua atau pengasuh sering salah kaprah dalam memaknai bermain pada anak-anak terutama dalam hubungannya dengan perkembangan anak.
Mengapa anak harus bermain? Anak-anak belajar melalui permainan mereka. Pengalaman bermain yang menyenangkan dengan bahan, benda, anak ilain, dan dukungan orang dewasa membantu anak-anak berkembang secara optimal.
Para ahli mempunyai cara pandang yang berbeda tentang bermain bagi perkembangan anak. Walaupun ada kelemahan pada teori tersebut, tetapi tiap teori bermanfaat dan memberikan sumbangan untuk memperdalam pengertian tentang bermain. Bermain bagi anak adalah petualangan (eksplorasi), percobaan (eksperimen), peniruan (imitation), dan penyesuaian (adaptasi).
Bermain pada awalnya belum mendapat perhatian khusus karena kurangnya pengetahuan tentang psikologi perkembangan anak dan kurangnya perhatian terhadap perkembangan anak. Plato dianggap orang pertama yang menyadari dan melihat pentingnya nilai praktis dari permain. Menurut Plato anak-anak akan lebih mudah mempelajari aritmetika dengan cara membagikan apel kepada anak-anak. Dengan memberikan alat permainan miniatur balok-balok kepada anak usia tiga tahun pada akhirnya akan mengantar anak tersebut menjadi seorang ahli bangunan.
Salah satu teori klasik yaitu Teori Praktis atau Insting Naluri diajukan oleh Karl Groos yang meyakini bahwa bermain berfungsi untuk memperkuat insting yang dibutuhkan guna kelangsungan hidup di masa mendatang. Teori Karl Groos disebut pula sebagai teori Teleologi, yaitu bahwa permainan tugas pokok, maksudnya dengan bermain terjadi proses biologis atau proses berfungsinya organ-organ tubuh, maka disebut juga dengan Teori Fungsi yaitu mengembangkan fungsi yang tersembunyi di dalam diri seseorang.
Fungsi Bermain
Fungsi bermain dan permainan memiliki arti dan makna tersendiri bagi anak. Menurut Freud dan Erikson, bermain membantu anak menguasai kecemasan dan konflik. Karena ketegangan mengendur dalam permainan, anak tersebut dapat menghadapi masalah kehidupan. Permainan memungkinkan anak menyalurkan kelebihan energi fisik dan melepaskan emosi yang tertahan, yang meningkatkan kemampuan si anak untuk menghadapi masalah. Hingga derajat tertentu, fungsi permainan ini menginspirasi perkembangan terapi permainan, di mana terapis menggunakan permainan untuk memungkinkan anak melepaskan rasa frustasi dan memberikan kesempatan untuk menganalisis konflik anak dan cara anak mengatasinya. Anak-anak mungkin merasa kurang terancam dan cenderung lebih mampu mengutarakan perasaan mereka dalam konteks bermain.
Arti lainnya Permainan juga mempunyai arti sebagai sarana mensosialisasikan diri (anak) artinya permainan digunakan sebagai sarana membawa anak ke alam masyarakat, mengenal dan menghargai masyarakat. Permainan sebagai sarana mengukur kemampuan dan potensi diri anak. Anak akan menguasai berbagai macam benda, memahami sifat-sifatnya maupun peristiwa yang berlangsung di dalam lingkunganya.
Dalam situasi ini anak akan dapat menunjukkan bakat, fantasi, dan kecenderungan-kecenderungannya. Saat bermain anak akan menghayati berbagai kondisi emosi yang mungkin muncul seperti seperti rasa senang, gembira, tegang, kepuasan, kejutan dan mungkin rasa kecewa, disharmonis, kompleksitas Dengan permainan memberikan kesempatan pralatihan untuk mengenal aturan-aturan (sebelum ke masyarakat), mematuhi norma-norma dan larangan-larangan, berlaku jujur, setia (loyal), dab sebagainya. Dalam permainan anak akan menggunakan semua fungsi kejiwaan/psikologis dengan suasana yang bervariasi.
Vygotsky (1962) percaya bahwa permainan adalah latar yang sangat baik untuk perkembangan kognitif. Dia tertarik terutama pada aspek simbolik dan berpura-pura dari permainan, seperti anak yang menunggangi tongkat seolah-olah itu adalah kuda. Bagi anak kecil, situasi imajiner tersebut nyata. Orang tua harus mendorong permainan imajener seperti itu karena permainan tersebut mempunyai perkembangan kognitif anak, khususnya pemikiran kreatif.
Permainan dan bermain bagi anak mempunyai beberapa fungsi dalam proses tumbuh kembang anak. Fungsi bermain terhadap sensoris motoris anak penting untuk mengembangkan otot-otot dan energi yang ada. Aktivitas sensori motorik merupakan komponen yang paling besar pada semua usia. Namun yang paling dominan pada bayi. Pada bayi seyogiannya mendapatkan stimulasi visual (penglihatan) dengan memberikan rangsangan warna-warna terang, membawa bayi ke ruangan yang berbeda, meletakkan bayi di tempat pemandangan yang luas dsb, pendengaran (verbal) seperti berbicara pada bayi, mengaji, bernyanyi dan bunyi-bunyi yang gemerincing dsb, sentuhan (taktil) seperti memandikan, membelai saat memandikan, memberikan pelukan kehangatan dsb dan stimulasi kinestetis (gerak) seperti mengayun-ngayun, berenang (di atas adalah salah satu contoh-contoh untuk bayi 3 bln, contoh lengkap di sertai Jenis-jenis/Tipe Permainan anak usia dini di edisi berikutnya).
Permainan juga mengajar anak-anak tentang peran gender. Satu studi menemukan bahwa setelah enam bulan, semakin sering anak laki-laki bermain dengan sesama anak laki-laki, tingkat aktiviats, permainan berkelahi, dan pilihan mainan bernuansa gender meningkat, dan semakin sedikit waktu yang mereka habiskan di dekat orang dewasa (Martin & Fabe, 2001) sebaliknya, semaqkin sering anak perempuan bermain dengan sesama anak perempuan semakin rendah tingkat agresi dan aktivitas mereeka, semakin tinggi pilihan permainan dan aktivitas tipikal perempuan mereka, dan semakin banyak waktu yang mereka habiskan di dekat orang dewasa.
Singkatmnya, teoretisi dan peneliti menciptakan gambar yang meyakinkan pentingnya permainan bagi perkembangan anak. Permainan penting bagi kesehatan anak kecil. Permainan mengendurkan ketegangan, mempercepat perkembangan kognitif, dan meningkatkan eksplorasi (petualang). Permainan juga meningkatkan afiliasi dengan sebayas; bermain menaikkan kemungkinan anak saling berinteraksi dan berbincang. Selama interaksi ini, anak-anak mempraktikkan peran yang akan mereka emban kelak dalam kehidupan. *** (bersambung)

Penulis : Dra.Hj. Nia Kurniati Syam, M.Si.