Badrul Mustafa Kemal Terpilih Sebagai Ketua Dewan Da’wah Sumatera Barat 2016-2020

701

Alhamdulillah, Tim Formatur yang diamanahi Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Provinsi Sumatera Barat (Dewan Dakwah Sumbar), akhirnya  berhasil memilih nakhoda baru.

Muswil Dewan Dakwah Sumbar yang digelar pada 23-24 Juli 2016, di Komplek Asrama Haji Kota Padang, menunjuk Tim Formatur yang terdiri 9 orang. Mereka adalah: Amlir Syaifa Yasin MA, Prof H Yaswirman MA, Dr Badrul Mustafa Kemal DEA, Dr Ahmad Kosasih Mag, H Afdhal, Zulkifli SAg MM,  H Ali Amran SPd, H Hamid Alqadri MsTr, dan Usmar Marlen Lc.

Melalui rapat pada 6 Agustus 2016, Tim Formatur memilih Badrul Mustafa Kemal sebagai Ketua Dewan Dakwah Sumbar periode 2016-2020. Sedang mantan ketua Ahmad Kosasih menjadi Ketua Majelis Pakar. Adapun Ketua Dewan Pembina Yarsi Sumbar, Prof Yaswirman, ditunjuk sebagai Ketua Majelis Syuro.

Badrul Mustafa Kemal, yang dalam Muswil Dewan Dakwah Sumbar bertindak sebagai Ketua Steering Committe, adalah alumni ITB tahun 1984. Ia kemudian merampungkan studi master di University Bordeux I, Prancis (1989), dan menggondol  gelar DEA (Diplôme d’Études Approfondies) di bidang Tectonics Geodynamics pada University Pierre et Marie Curie (1993).

Mantan Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Andalas (Unand) Padang, ini banyak melakukan riset di bidang tektonik, mitigasi bencana, dan lingkungan hidup.

Badrul yang dikenal sebagai pakar gempa, di berbagai forum mengatakan, Kota Padang secara  geografis dan teoritis memang berpotensi terkena gempa besar dan tsunami.

“Kalau ada pakar dan peneliti menyebutkan bakal terjadinya gempa di Padang, itu bukan prediksi yang terbaru lagi. Prediksi bakal terjadinya gempa di Padang sudah sejak dulu,” tegasnya seperti dikutip Tabloid Bijak (5/5/2015).

Namun, ia meminta warga Sumatera Barat khususnya Padang dan Mentawai, tidak resah dengan spekulasi para ahli asing yang meramalkan kapan persisnya gempa besar di daerah ini.

Sebab, Badrul menegaskan, gempa besar itu tidak bisa diprediksi kapan terjadinya baik dalam skala jam, hari, bahkan tahun. Hanya siklusnya saja yang bisa diperhitungkan yakni berkisar 100-200 tahun.

Dikatakan Badrul, Sumatra Barat merupakan wilayah yang paling tinggi tektoniknya sehingga bahaya gempa bisa terjadi di daratan maupun di lautan. Sumbar juga dijuluki supermarket bencana karena juga rawan abrasi, banjir, dan longsor akibat curah hujan yang tinggi. Namun ditegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir, terutama terhadap ancaman tsunami karena tanda-tanda akan terjadinya bisa diamati langsung.

Ada empat syarat terjadinya tsunami, yang pertama episenter gempa di dasar laut bukan di bawah pulau, kekuatan gempanya besar dari 6,5 Skala Richter, kedalaman sangat dangkal berkisar 0-60 km, dan terjadi pergerakan batuan secara vertikal.

‘’Jika salah satu dari 4 syarat tersebut tidak terpenuhi maka tsunami tidak akan terjadi,’’ terang Badrul Kemal.

Ia menambahkan, jika terjadi gempa dan air laut surut, masyarakat bisa mengamankan diri ke zona aman, yakni daerah yang terletak 5 meter di atas permukaan laut. Untuk Kota Padang, zona kuning aman mulai dari daerah Jati hingga zona hijau di daerah Simpang Haru.

Sebagai salah satu kader Bang Imad (Dr Imaduddin Abdurrahim), Badrul Kemal bukan ilmuwan di belakang meja. Ia juga seorang aktivis dakwah dan berkiprah melalui Dewan Dakwah Sumatera Barat. Bahkan dia tak segan berdakwah sebagai Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia.

Melalui akun Facebook-nya, Badrul Kemal juga memberi perhatian pada masalah-masalah sosial kemasyarakatan dan politik. Misalnya tentang Gubernur DKI Jakarta.

Ketua Dewan Dakwah Sumbar ini khawatir, tingkah laku Gubernur Basuki Tjahja Purnama alias Ahok akan jadi bumerang buat etnisnya sendiri.

‘’Melihat tingkah laku Ahok yang angkuh, sombong, mentang-mentang, saya khawatir ini bisa menyulut kembali perasaan benci kepada warga keturunan. Saya kasihan kepada sebagian warga keturunan yang baik, yang hidup rukun, dan tenang bersama pribumi,’’ tulisnya.

Oleh karena itu, Badrul Mustafa melanjutkan, ‘’Menurut saya ini harus dihentikan. Jangan sampai terlambat. Jangan sampai hati rakyat semakin terluka.’’

Sejumlah fokus program Dewan Dakwah Sumbar di era kepemimpinan Badrul Mustafa Kemal adalah pemetaan dakwah kontemporer Sumatera Barat, Kaderisasi da’i lewat Akademi Dakwah Indonesia, dan Intensifikasi Dakwah Khusus di daerah rawan pemurtadan seperti Mentawai, Pasaman, dan Bukittinggi.***[nurbowo]/http://dewandakwah.or.id/pakar-gempa-pimpin-dewan-dakwah-sumbar/

4329_1097840178949_1088594_n