Aksi Dewan Da’wah di Pedalaman hingga Luar Negeri

84

Oleh: Mursin MK.

Dewan Dawah memang unik. Lembaga da’wah ini bukan Ormas. Namun aktifitas dan gerakan da’wahnya mirip Ormas. Organisasi ini tidak punya anggota. Tetapi pendukung dan jamaahnya di seluruh Indonesia.

Aktifitas Dewan Da’wah juga tidak sedikit. Awalnya berda’wah yang tidak dikerjakan organisasi lain. Da’wah di pedalaman dan daerah transmigrasi. Ratusan da’i telah bertugas di daerah rawan kekafiran itu. Namun kini mulai merambah garapan yang sama. Khusus di bidang pendidikan dasar dan menengah. Hanya siatem dan methoda yang berbeda dari milik lembaga lain.

Da’wah bil qalamnya juga berbeda. Diterbitkan bulletin dawah. Hanya selembar kertas. Ini bullatin dawah pertama. Penyebarannya hingga ke daerah daerah. Sempat masuk ke AKABRI Magelang. Kini sudah banyak yang terbitkan. Bulletin Dewan Da’wah pun semakin menurun peminatnya.

Majalah Khutbah Jumat, Suara Masjid dan Media juga diterbitkan. Awalnya cukup banyak pelanggannya hingga ke peloksok tanah air. Mubaligh dan khatib di daerah memanfaatkannya sebagai bahan khutbah dan kajian. Namun kini sudah tidak terbit lagi. Yang masih bertahan majalah Bina Da’wah dalam Bahasa Sunda di Bandung. Majalah anak anak Sahabat kini mulai dihidupkan kembali. Terbaru diterbitkan Dewan Da’wah News.

Yang cukup berpengaruh dari Dewan Dawah hingga saat ini adalah dawah di pedalaman. Pengiriman da’i terus berlanjut. Bahakan dalam rangka kaderisasi da’i didirikan Sekolah Tinggi dan Akademi Dawah. Mahasiswanya terus bertambah. Sementara mahasiswa Fakultas Da’wah di perguruan tinggi lain termasuk Universitas Islam Negeri makin kurang peminatnya.

Lulusan Sekolah Tinggi dan Akademi Da’wah setela sarjana ditugaskan menjadi da’i. Hal ini yang menjadijan kualitas da’i di pedalaman negeri meninfkat. Jika awalnya da’i yang dikirim dari hasil pelatihan atau daurah. Tapi kini sarjana dawah yang bergelar Sarjana Komunikasi Islam (S.Kom.I).

Setelah para da’i yang bergelar sarjana dawah itu selesai melaksanakan tugasnya di pedalaman negeri, diantaranya ditempatkan dalam struktur dan staf Dewan Da’wah. Dengan berdirinya Lembaga Zakat Nasional Dewan Da’wah ada pula da’i yang dilibatkan di dalamnya. Bahkan mereka menjadi ujung tombak baik dalam aksi sosial maupun mentalurkan zakat dan qurban ke daerah daerah pedalaman negeri.

Lemba zakat Dewan Dawah ini kini telah mengembangkan aktifitasnya. Berbagai aksi sosialnya tidak hanya dilakukan di daerah pedalaman tetapi juga di luar negeri. Bantuan sosial telah disalurkan kepada sesama muslim yang menderita di pedalaman tapi juga luar negeri.

Aksi soludaritas terhadap muslim di luar negeri sudah dilaksanakan Dewan Dawah sejak zaman M. Natsir sebagai ketua umumnya. Tercatat dalam sejarah ketika Dewan Da’wah mengadakan donor darah untuk membantu rakyat Palestina kotban pembantaian Zionis Yahudi Israel. Solidaritas Muslim Bosnia juga diadakan aksi nyata. Bahkan Dewan Dawahlah yang pertama kali menggerakkan aksi sosial membantu Muslim Bosnia yang dizalimi oleh Kafir Serbia.

Kini Dewan Dawah melalui Lembaga Zakatnya juga melakukan aksi sosial dalam membantu sesama muslim yang menderita seperti di Syria dan Rohingya di Myanmar. Bantuan terhadap Muslim Rohingya Lembaga Zakat Dewan Da’wah bersama sam dengan lembaga zakat nasionalnya. Aksi nyata telah dan tetap dilakukan Dewan Da’wah baik di pedalaman atau di luar negeri secara sendiri atau bersama sama dengan lembaga lain. Hasilnya sudah banyak dirasakan oleh ummat sehingga kepercayaan masyarakat dalam dan luar negeri semakin bertambah.
(MK.12.9.2017)

dewan-dakwah-lazis